Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
Apakah kau masih selembut dahulu
Memintaku minum susu dan tidur yang lelap
Sambil membenarkan letak leher kemejaku
Kabut tipis pun turun pelan pelan di Lembah Kasih
Lembah Mandalawangi
Kau dan aku tegak berdiri
Melihat hutan-hutan yang menjadi suram
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin
Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
Ketika kudekap
Kau dekaplah lebih mesra
Lebih dekat
Apakah kau masih akan berkata
Kudengar detak jantungmu
Kita begitu berbeda dalam semua
Kecuali dalam cinta.....
Cahaya bulan menusukku
Dengan ribuan pertanyaan
Yang takkan pernah kutahu dimana jawaban itu
Bagaikan letusan berapi
Membangunkanku dari mimpi
Sudah waktunya berdiri
Mencari jawaban kegelisahan hati
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
I Luph U
Saat embun pagi tersempuh waktu
Desir angin hembuskan raga ku
Berjuta warna hempaskan hati ku
Rapuh lenyapkan angan ku
Hingga ku telan setetes air mata
Yang tak mampu hempaskan sedih ku
Menyusup raga,mengoyak jiwa ku
Hilangkan pikiran indah tentang mu
Dari jauh ku telan semua rindu ku
Ku simpan di sudut hati ku
dan hanya ku berikan untuk mu
Sebagai penawar rindu ku
Ku coba untuk melangkah
Menjauh dari hidup mu
Hingga derita yang ku dapat
Tambahkan lagi luka di hati ku
Kau tak mampu
Biarkan ku melangkah pergi
Karena bayang mu
selalu mengikuti kemana ku berlari